Jumat, 22 Januari 2021

Sejarah dan perkembangan Bahasa Indonesia

 


1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA Bahasa Indonesia merupakan Bahasa resmi dari Negara Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang digunakan Tersebut merupakan Bahasa Melayu tua yang sampai sekarang masih bisa diselidiki sebagai peninggalan masa lampau. Pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa persatuan. · Bahasa Melayu sebagai Lingua Franca Bahasa Melayu merupakan Lingua Franca, yang artinya sebagai Bahasa Penghubung. Bahasa melayu memiliki persebaran yang sangat luas dan melampaui batas-batas wilayah bahasa lain. Bahasa Melayu juga masih bersahabat dengan bahasa-bahasa Nusantara lainnya, sehingga tidak terlalu asing ketika di dengar. · Sistem Bahasa Melayu Praktis dan Sederhana Sistem aturan bahasa melayu, baik kosa kata, tata bahasa atau cara berbahasa, mempunyai sistem lebih praktis dan sederhana sehingga lebih mudah dipelajari, sistem bahasa melayu pun tidak mengenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Sementara itu bahasa Jawa, sunda, madura yang memiliki sistem bahasa yang lebih rumit, dikenal memiliki tingkata bahasa( kasar dan halus) · Kebutuhan Politik Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, selain tentunya sebagai alat komunikasi, bahasa juga merupakan identitas budaya suatu bangsa yang menandakan kekayaan bangsa tersebut. Maka sangat beruntung negara kita memiliki beraneka ragam bahasa daerah. Namun tidak semua bahasa yang ada di Indonesia digunakan oleh seluruh warga negaranya. Penggunaan bahasa disesuaikan dengan daerah, umur, tingkat pendidikan dan lainnya. Bahasa juga sangat berperan dalam kebutuhan politik, karena bahasa memiliki durasi yang jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan produk-produk peradaban lainnya. Dengan bahasalah, suatu bangsa mengemukakkan seluruh harapan, obsesi/mimpi, kenyataan, ketakutan, maupun protes-protesnya dalam kehidupan, sehingga bahasa menjadi vital dalam kehidupan kita. Bahkan kini menjadi senjata karena kita dapat menentukan bahkan menguasi seseorang atau sebuah bangsa, hanya dengan berkomunikasi dengan bahasa. FAKTOR PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA : Waktu 1. Fase Prakolonial Pada fase ini terdapat beberapa buku tertulis mengenai bahasa melayu tua yang ditentukan pada beberapa prasasti dan inskripsi. 2. Fase Kolonial Pada fase ini sekitas abad XVI orang-orang barat sudah sampai di Indonesia, mereka menemukan bahwa bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan, perhubungan, dan perdagangan 3. Fase Pergerakkan Pada fase ini dimulai dari tahun 1901. Pada tahun ini telah disusun ejaan resmi bahasa Melayu Van Ophuysen yang merupakan cikal bakal ejaan bahasa Indonesia. 4. 28 Oktober 1928 Pada tanggal 28 Oktober 1928 bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa Nasional. Politik Bahasa di bidang politik dan diplomatik telah berkembang menjadi ruang yang paling bebas dan terbuka. Bahasa politik menjadi alat untuk meraih kekuasaan. keberadaan bahasa Indonesia secara politis telah memacu semangat kolektif masyarakat di masa penjajahan untuk menjadi identitas dan kekuatan yang lebih luas, yaitu menjadi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia, suka tidak suka, adalah momentum awal untuk membahasakan semangat nasionalisme. Sosial budaya sosial budaya itu sendiri adalah segala hal yang dicipta oleh manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya untuk dan/atau dalam kehidupan bermasyarakat. Atau lebih singkatnya manusia membuat sesuatu berdasar budi dan pikirannya yang diperuntukkan dalam kehidupan bermasyarakat. Terciptanya sebuah kebudayaan bukan hanya dari buah pikir dan budi manusia, tetapi juga dikarenakan adanya interaksi antara manusia dengan alam sekitarnya. Suatu interaksi dapat berjalan apabila ada lebih dari satu orang yang saling berhubungan atau komunikasi. Dari interaksi itulah terjadi sebuah kebudayaan yang menyangkut lingkungan sekitar dan oleh sebab itu pula kita mempunyai beragam kebudayaan. Perubahan kebudayaan bisa saja terjadi akibat perubahan sosial dalam masyarakat, begitu pula sebaliknya. Sosial budaya berkaitan dengan interaksi antara manusia dengan alam sekitarnya, karena hal itu pula dibutuhkannya sebuah alat komunikasi, yaitu bahasa. Bahasa selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman juga, sebagai kebutuhan manusia dalam berinteraksi, adakalanya tataran bahasa yang sudah ada tidak memenuhi kepuasan dari sipenutur bahasa, karena hal itulah sering kali kosa kata bahasa asing maupun bahasa daerah dipergunakan dalam komunikasi tersebut. IPTEK Arus globalisasi berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era globalisasi, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Sejarah bahasa Indonesia Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu, Bahasa ini telah tumbuh dan berkembang bahkan sebelum Bahasa Indonesia dideklarasikan sebagai Bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sebelum Kemerdekaan: 1. Penyebaran Agama Islam ke Kepulauan Nusantara memanfaatkan bahasa Melayu sebagai sarana komunikasi dan ikut memperkaya Khasanah kosa kata dalam bahasa Melayu 2. Berdirinya Boedi Oetomo (1908) sebagai alat bertukar informasi dan komunikasi antara penggerak. Pemerintah Belanda pada tahun 1908 mendirikan badan commissie voor de volkslecturar (Taman Bacaan Rakyat). Diubah menjadi Balai Pustaka (1917) 3. Sumpah Pemuda 29 Oktober 1928 Kongres Pemuda di Jakarta (1928). Isi Sumpah Pemuda : Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Setelah Kemerdekaan 1. 18 Agustus 1945 penandatanganan UUD 1945, Pasal 36 : Penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. 2. 19 Maret 1947 peresmian Penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) pengganti Ejaan Van Ophusyen yang berlaku sebelumnya. 1. Ejaan Van Ophusyen Huruf ї untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dipotong seperti mulaї dengan ramai. · Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb. · Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb. 2. Ejaan Soewandi · Huruf oe diganti dengan u · Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada kata tak. · Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertumbuhan Ekonomi dan Keadaan Masyarakat Indonesia Dimasa Pandemi

  # Thahirah Inayah, Anisa Nur Rizky, Alvilia Qurrotu Ayuni Sumber : Finance.detik.com Pada tahun 2020 tepatnya pada bulan maret ada berita ...