Sabtu, 30 Januari 2021

Pertumbuhan Ekonomi dan Keadaan Masyarakat Indonesia Dimasa Pandemi

 # Thahirah Inayah, Anisa Nur Rizky,Alvilia Qurrotu Ayuni


Sumber : Finance.detik.com

Pada tahun 2020 tepatnya pada bulan maret ada berita baru tentang virus yang disebut dengan Covid-19. Virus ini bermula dari negara China (Wuhan) dan menyebar luas ke berbagai negara, virus ini menyerang pernafasan sehingga seseorang yang terkena virus ini mengalami sesak nafas dan panas yang sangat tinggi. Banyak warga di berbagai negara yang meninggal akibat virus ini, menurut para dokter virus ini termasuk kepada virus yang sangat mematikan.

Negara china akhirnya memutuskan untuk lockdown untuk merperlambat penularan virus ini namun kenyataannya virus ini sudah tersebar ke berbagai negara sehingga banyak negara yang ikut lockdown dikarenakan virus ini juga sudah menyerang beberapa orang di banyak negara.

Termasuk negara indonesia, pertama kalinya virus ini tersebar berada di kota Depok. Dari awal virus Covid-19 masuk ke negara Indonesia banyak hal yang menyulitkan salah satu nya mahal nya harga masker dan hand sanitizer. Harga masker melambung tinggi dari yang harga Rp. 25.000 menjadi Rp. 300.000 – Rp. 2.000.000 begitupun hand sanitizer yang awalnya sangat banyak di supermarket menjadi sangat sulit untuk di dapatkan.

Banyak masyarakat yang panik dan ketakutan pada virus Covid-19 sehingga mereka hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, hilang nya rasa toleransi antar manusia. Namun pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah menangkap oknum-oknum nakal yang menyetok banyak hand sanitizer dan menjual masker dengan harga yang sangat mahal.

Selain itu hilang juga rasa sopan santun antar masyarakat, semua orang tidak ada yang ingin bersalaman bila bertemu, karena menurut mereka takut terkena penularan virus Covid-19 yang bisa mematikan apabila terkena virus ini. Keadaan di lingkup masyarakat pun berubah sangat derastis.

Banyak masyarakat Indonesia yang terserang virus ini, ratusan orang yang meninggal dunia dan ratusan orang juga positif virus ini namun banyak juga yang sembuh dari virus Covid-19 dan dapat menjalani aktivitasnya seperti semula, semua bisa sembuh tergantung bagaimana seseorang menghadapinya.

Covid-19 menjadi perhatian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari pandemic ini yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Setelah mengalami peningkat kasus yang melesat dengan kurun waktu sangat cepat, pemerintah membuat kebijakan dalam mengatasi pandemic Covid-19, degan berlakunya PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020. Dengan adanya PSBB tersebut semua kegiatan yang biasa dilakukan terpaksa terhenti. Seluruh kegiatan dibidang indutri maupun perkantoran untuk sementara waktu terpaksa berhenti untuk beroperasi. Selain itu, sector pendidikan, layanan public, seluruh tempat beribadah, pusat perbelanjaan, rumah makan maupun tempat pariwisata juga mengalami hal yang sama.

Dengan adanya wabah corona virus ini menyebabkan kegiatan ekonomi menjadi melemah dan terhambat. Perusahaan banyak yang terus melakukan proses produksinya tetapi tidak dapat dibarengi dengan pemasukan atau pendapatan. Sehingga, perusahaan tidak dapat menanggung biaya beban gaji atau upah untuk setiap karyawan. Perusahaan, pada akhirnya memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan. Karyawan yang terkena PHK berasal dari sektor formal dan non formal. Pekerja sektor formal merupakan mereka yang berusaha dibantu buruh tetap, dan mereka yang menjadi buruh, karyawan, dan pegawai. Sedangkan pekerja sektor non formal adalah mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, dan pekerja tidak dibayar.

Pabrik-pabrik pun juga melakukan PHK kepada karyawannya dikarenakan produksi tidak terlalu berjalan dengan lancar sehingga banyak pabrik dan toko gulung tikar, ada juga beberapa kantor dan pabrik yang tidak gulur tikar namun perusahaan melakukan pengurangan orang sehingga yang bekerja di perusahaannya hanya sedikit orang.

Berdasarkan kutipan yang berasal dari nasional.kontan.co.id beberapa dampak yang dihasilkan dari adanya Virus Corona ini antara lain, angka impor Indonesia merosot sebesar 3,7% year to date (ytd) dalam rentang waktu Januari sampai Maret 2020. Ihwal lainnya, sejumlah 12.703 lebih penerbangan di 15 bandara dibatalkan. Pembatalan tersebut selama Januari sampai Februari. Rincian penerbangan yaitu 11.680 penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional. Dikutip dari cnnindonesia.com, bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam video conference di Jakarta pada Rabu, 1 April 2020, mengatakan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan turun sebesar 2.3% bahkan dapat menembus angka -0,4% sebagai akibat dari adanya Coronavirus ini.

Eksternalitas Covid-19 ini telah melemahkan peluang mereka dalam menghasilkan pendapatan sehari-harinya, terjadinya PHK besar-besaran pada pekerja yang mencapai 1.943.916 orang yang terdiri dari 114.340 perusahaan. Kejadiaan ini akan mengalami peningkatan angka yang terus meningkat apabila pandemic ini berlangsung lama. Selain itu, dengan adanya himbauan “stay at home” kepada masyarakat akan mengakibatkan penurunan penghasilan masyarakat dari rutinitasnya secara signifikan, aktivitas ekonomi menjadi sangat terbatas, serta pengaruh lain yang mengikutinya.

Pemutusan hubungan kerja tersebut berakibat kepada para karyawan, hingga para karyawan terkena dampak PHK yang harus kehilangan pekerjaannya dan dapat dikatakan pengangguran. Dikatakan pengangguran karena mereka mencari jalan keluar berupa pekerjaan lain sebagai alternatif dari pekerjaan sebelumnya. PHK yang dilakukan perusahaan kepada karyawan dilakukan untuk mengurangi jumlah beban yang ditanggung perusahaan saat kondisi pandemi. PHK dilakukan oleh beberapa perusahaan dan terhadap puluhan bahkan hingga ratusan karyawan atau pegawai.

Dengan banyaknya orang yang terkena PHK di Indonesia menjadikan tingkat pengangguran di Indonesia naik dengan drastis yang menyebabkan perekonomian di Indonesia menurun dan meningkatnya kriminalitas di Indonesia sehingga banyak berita yang mengabarkan banyaknya pencurian kendaraan maupun pembobolan rumah. Masyarakat yang melakukan kriminalitas pun sebenarnya tidak ingin melakukan seperti itu, namun apa boleh buat mereka punya keluarga yang harus makan namun pekerjaan tidak ada.

Dibutuhkan beberapa kebijakan pemerintah yang relevan untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi dan terjadinya kasus PHK pada saat Covid-19. Beberapa kebijakan pemerintah yang dapat diterapkan untuk mengurangi masalah yang timbul akibat Covid-19 yaitu bagi para pekerja yang terdampak PHK, pemerintah merilis Kartu Prakerja sejak akhir Maret. Pada awalnya, pemerintah akan merilis Kartu Pra Kerja pada Agustus mendatang. Sedangkan, perihal anggaran yang digunakan mencapai Rp. 10 triliun bagi 2 juta peserta di tahun ini. Selain itu, pemerintah telah mengucurkan kebijakan bagi perusahaan guna menjaga kestabilan perekonomian Indonesia. Selain “Kartu Prakerja, ada juga menjaga ketersediaan bahan baku, pembebasan pajak pasal 22 Impor kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak KITE IKM.

Bantuan ini di berikan tidak secara cuma-cuma namun dengan adanya pelatihan tentang usaha dan keahlian, dengan bantuan ini pemerintah melatih seseorang untuk mempunyai ilmu untuk berwirausaha ataupun berkreatifitas. Setelah pelatihan selesai seseorang yang mengikuti bantuan ini mendapatkan sertifikat dan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 600.000 tiap bulannya, dan uang ini diberikan selama 4 bulan.

Tidak hanya yang tidak bekerja mendapatkan bantuan, tetapi yang bekerja pun mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 dengan cara mengurus BPJS kerja nya namun bantuan ini tidak diberikan tiap bulan seperti “Kartu Prakerja” dan diberikan hanya sekali saja kepada yang bekerja.

Selain bantuan di atas pemerintah juga membagikan bantuan sosial berbentuk bahan-bahan keperluan rumah tangga seperti beras, minyak, biskuit, sarden, dll. Bantuan sosial ini diberikan setiap 1 bulan sekali kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya. Masyarakat pun merasa terbantu dengan adanya bantuan sosial ini. Dengan adanya banyak bantuan kriminalitas di indonesia berkurang.

Permasalahan pengangguran dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti adanya kasus PHK, menimbulkan kondisi ekonomi rumah tangga mengalami penurunan. Permasalahan pengangguran memang tergolong masalah yang kompleks, karena dapat dikaitkan dengan beberapa indikator. Salah satu yang menjadi indikator ekonomi yang mempengaruhi pengangguran adalah pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Apabila kondisi pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami kenaikan, maka diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan jumlah pengangguran. Tetapi, dalam kondisi lingkungan hidup yang dilanda wabah coronavirus ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Artinya, bahwa apabila kondisi pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, maka dapat berpengaruh terhadap jumlah pengangguran yang mengalami penurunan.

Selain perekonomian dunia pendidikan juga jadi berantakan, banyak anak yang tidak dapat mengikuti pembelajaran dikarenakan tidak ada uang untuk membeli kuota, namun mentri pendidikan tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi di masyarakat. Adanya pemberian kuota gratis namun tidak semua masyarakat mendapatkannya apalagi yang sekolahnya swasta.

Orang tua juga banyak yang mengeluh dengan adanya daring dikarenakan anak yang masih SD sangat-sangat perlu bantuan untuk mengerjakan daring yang setiap harinya selalu ada tugas sedangkan orang tua tidak hanya mengurus anak namun ada hal lain yang dikerjakan.

Sekolah online memang sangat menyusahkan tidak hanya anak SD namun siswa/siswi SMP – Kuliah juga merasakan ini dikarenakan pembelajaran yang dilakukan harusnya dengan penjelasan dan wawasan yang luas hanya mendapatkan tugas setiap harinya sampai banyak siswa/siswi yang mengeluh dengan adanya sekolah online, namun apa boleh buat mereka menerimanya supaya nilai mereka bagus.

Banyak orang juga berfikir kalau sekolah online tidak menjadikan anak untuk ber ilmu dan berwawasan luas dikarenakan anak sekolah hanya disuruh mengerjakan tugas dan minimnya penjelasan kepada siswa/siswi sehingga banyak yang mengambil jalan pintas yaitu searching di internet.

Namun dengan adanya pandemi ini memberi banyak pelajaran tentang hidup, harus bisa menjalaninnya dengan ikhlas dan tabah. Karena yang di lakukan dengan ikhlas dan tabah dapat membuat semuanya akan baik-baik saja dan akan kelar pada waktunya. Pandemi ini memberi banyak hal positif dan negatifnya kepada manusia.

Dampak ini bisa dilihat dari bebagai aspek mulai dari produksi, distribusi, serta konsumsi produk pangan, harga kebutuhan pangan pun menjadi tak menentu, beberapa dari harga pangan mengalami kenaikan, sebaliknya komoditas lain contohnya seperti para pengusaha peternak, daging sapi, ayam, telur mengalami penurunan nilai jual banyak juga dari para pengusaha dibidang ini mulai kebinggungan dibalik turunya harga tersimpan banyak kerugian,belum lagi mereka menggaji para pekerja, serta perawatan yang harus dilakukan supaya produk yang dihasil kan tetap sama.karna semakin lama pandemic ini semakin komplek masalah pangan yang dihadapi.

Disamping itu juga impor produk pertanian yang selama ini belum bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri pun mengalami banyak kendala dimulai dari kendala-kendala kebijakan  negara eksportir yang juga berusaha menyimpan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negerinya dalam situasi ini.

Konsumsi pangan pun mengalami penurunan sebesar 20 persen konsumsi daging bahkan sudah diprediksi mengalami penurunan sebanyak 30 persen, tantangan penyediaan pangan ini tidak hanya datang dari pandemic yang berpotensi menimbulkan gangguan pada produksi dan distribusi produk pangan dan pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga datang dari adanya prediksi musim kemarau yang lebih kering yang dimulai pada bulan Juni mendantang terutama pada daerah sentra produksi pertanian, khususnya sebagian Sumatera, Jawa, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Dampak dari Covid-19 juga bukan hanya dari sekedar sector perekonomian, pendidikan namun juga dari sector pertanian seperti yang diketahui kebijakan PSBB ini sudah berpengaruh pada aktifitas keseharian yang salah satunya berdampak juga pada sector pertanian.

Mekanisme pasar yang terganggu akibat dampak Covid-19 yang menyelenyapkan surplus ekonomi, namun dampak dari Covid-19 ini juga ada pengaruh positifnya terhadap perekonomian Indonesia yaitu adalah akan terbukanya peluang baru pasar ekspor selain China. Dampak positif dari pandemic ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat memperkuat perekonomian dalam negeri. Hal ini dikarenakan pandemic ini mengakibatkan pemerintah akan memprioritaskan serta memperkuat daya beli di dalam negeri saja. Dengan hal ini, pemerintah bisa memanfaatkan dengan baik agar investasi tetap stabil walaupun pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini sedang terancam secara global.

Namun pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah penyediaan pangan, diantaranya dengan optimalisasi penyerapan gabah atau beras petani oleh perum bulog untuk cadangan pemerintah sebagai instrument stabilisasi harga dan program bantuan sosial untuk masyarakat yang dimana kementrian pertanian bekerja sama dalam distribusi dan penyediaan pangan pada daerah defisit stok.

Namun hal ini bisa mengurangi ketergantungan Indonesia dalam produk pangan impor, dan kabar baiknya pemerintah tetap mengizinkan sector industri untuk terus berjalan di masa pandemic ini dengan melakukan pembatasan serta penerapan dari protokol kesehatan ketat sehingga perekonomian tetap terjaga, serta pada sector pangan dan produksi mampu terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap perolehan GDP.

Namun dari semua dampak Covid-19 yang terjadi ini kita juga bisa mengambil sisi positif nya seperti banyak keluarga yang jarang untuk bertemu dikarenakan orang tua sibuk bekerja dan anak sibuk sekolah menjadi keluarga yang sering kumpul setiap hari, dan mendapatkan pelajaran juga bahwa harus bisa menghargai waktu dan pertemuan walaupun sebentar karena kita tidak pernah tau kapan kita bisa berkumpul kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Fakhrul Rozi Yamali , Ririn Noviyanti Putri. 2020. Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia.

http://ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/view/179

 

Siti Indayani , Budi Hartono. 2020. Analisis Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Akibat Pandemi Covid-19.

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/perspektif/article/view/8581/4408

 

Thahirah Inayah

            Namanya Thahirah Inayah, lahir di Jakarta, 02 Agustus 1999. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, buah hati dari pasangan Teguh Iman Santoso dan Fardiah. Rara adalah panggilan akrabnya, ia terlahir dari keluarga sederhana.

            Ketika berumur 5 tahun, ia memulai pendidikannya di TK Az-zahra Kota Bekasi. Saat ia menginjak umur 6 tahun ia melanjutkan pendidikannya di SDIT Yapidh Kota Bekasi, kemudian setelah lulus SD ia melanjutkan pendidikannya di SMPIT Yapidh Kota Bekasi. Selepas lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya di SMAN 11 Kota Bekasi.

            Ketika ia menginjak kelas 2 SMA tersebut, ia cukup aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Basket. Saat ini ia melaksanakan kuliahnya di Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka Fakultas Ekonomi dan Bisnis program Studi S1 Akuntansi.

            Kritik dan saran sangat diharapkan guna meningkatkan kualitas dan penulisan selanjutnya. Untuk itu silahkan kirim kritik dan saran ke

            E-mail : rara.thahirah11@gmail.com

            Instagram      : @rarathahirah

            Line                : rarathahirah

Anisa Nur Rizky

            Namanya Anisa Nur Rizky, lahir di Jakarta, 12 Maret 2001. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ia mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan, ia buah hati dari pasangan Nishan dan Elvi Susanti. Nca adalah panggilan akrabnya, ia terlahir dari keluarga sederhana.

            Ketika berumur 3 tahun, ia memulai pendidikannya di TPQ Al-Mukhlasin yang bertempat di Cijantung. Saat ia menginjak umur 5 tahun ia melanjutkan pendidikannya di TK Miftahul Jannah, setelah lulus TK ia melanjutkan pendidikannya di SDN BARU 05 PAGI. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 217 JAKARTA, selepas lulus SMP ia melanjutkan pendidikannya di SMKN 58 Bambu Apus.

            Dari kecil ia sangat menyukai olah raga Bola Volly, ia cukup aktif mengikuti perlombaan Bola Volly sehingga keluarga nya mensuport dan dimasukkan ke club Bola Volly. Dan ternyata banyak prestasi dari olah raga Bola Volly sehingga ia selalu mengikuti perlombaan. Saat ini ia melaksanakan kuliahnya di Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka Fakultas Ekonomi dan Bisnis program Studi S1 Akuntansi.

            Kritik dan saran sangat diharapkan guna meningkatkan kualitas dan penulisan selanjutnya. Untuk itu silahkan kirim kritik dan saran ke

            E-mail : Anisanur788@gmail.com

            Instagram      : @ncaex_

Alvilia Qurrotu Ayuni

                         Nama Alvilia Qurrotu Ayuni lahir dibekasi 28 juni 2001 dari pasangan bapa h.martalih dan ibu hj ipah hanipah saya merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara saya mempunyai satu orang kaka perempuan dan satu orang kaka laki-laki,saya bersekolah tk di tk nurul islam dan melanjutkan kelanjut sekolah dasar di MI Nihayatul dan melanjutkan pendidikan menengah saya di MTS At-Tqwa pusat putrid an melanjutkannya kependidikan atas di SMAN 1 Tambun Selatan dan sekarang saya sedang melanjutkan pendidikan saya Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

                    Saya sangat menyukai buku,suka mengarang cerita saya juga suka menghayal,karna dengan menghayal saya jadi punya waktu untuk diri saya sendiri

                    Kritik dan saran sangat diharapkan guna meningkatkan kualitas dalam penulisan selanjutnya untuk itu silahkan kirim kritik dan saran

 Instagram : alviliaayuni

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertumbuhan Ekonomi dan Keadaan Masyarakat Indonesia Dimasa Pandemi

  # Thahirah Inayah, Anisa Nur Rizky, Alvilia Qurrotu Ayuni Sumber : Finance.detik.com Pada tahun 2020 tepatnya pada bulan maret ada berita ...