# Thahirah Inayah, Anisa Nur Rizky,Alvilia Qurrotu Ayuni
Pada tahun 2020
tepatnya pada bulan maret ada berita baru tentang virus yang disebut dengan
Covid-19. Virus ini bermula dari negara China (Wuhan) dan menyebar luas ke
berbagai negara, virus ini menyerang pernafasan sehingga seseorang yang terkena
virus ini mengalami sesak nafas dan panas yang sangat tinggi. Banyak warga di
berbagai negara yang meninggal akibat virus ini, menurut para dokter virus ini
termasuk kepada virus yang sangat mematikan.
Negara china akhirnya
memutuskan untuk lockdown untuk merperlambat penularan virus ini namun
kenyataannya virus ini sudah tersebar ke berbagai negara sehingga banyak negara
yang ikut lockdown dikarenakan virus ini juga sudah menyerang beberapa orang di
banyak negara.
Termasuk negara
indonesia, pertama kalinya virus ini tersebar berada di kota Depok. Dari awal
virus Covid-19 masuk ke negara Indonesia banyak hal yang menyulitkan salah satu
nya mahal nya harga masker dan hand sanitizer. Harga masker melambung tinggi
dari yang harga Rp. 25.000 menjadi Rp. 300.000 – Rp. 2.000.000 begitupun hand sanitizer yang awalnya sangat
banyak di supermarket menjadi sangat sulit untuk di dapatkan.
Banyak masyarakat
yang panik dan ketakutan pada virus Covid-19 sehingga mereka hanya memikirkan
diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, hilang nya rasa toleransi antar
manusia. Namun pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah menangkap oknum-oknum
nakal yang menyetok banyak hand sanitizer
dan menjual masker dengan harga yang sangat mahal.
Selain itu hilang
juga rasa sopan santun antar masyarakat, semua orang tidak ada yang ingin
bersalaman bila bertemu, karena menurut mereka takut terkena penularan virus
Covid-19 yang bisa mematikan apabila terkena virus ini. Keadaan di lingkup
masyarakat pun berubah sangat derastis.
Banyak masyarakat
Indonesia yang terserang virus ini, ratusan orang yang meninggal dunia dan
ratusan orang juga positif virus ini namun banyak juga yang sembuh dari virus
Covid-19 dan dapat menjalani aktivitasnya seperti semula, semua bisa sembuh
tergantung bagaimana seseorang menghadapinya.
Covid-19 menjadi
perhatian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Banyak kerugian yang
ditimbulkan dari pandemic ini yang berdampak pada perekonomian Indonesia.
Setelah mengalami peningkat kasus yang melesat dengan kurun waktu sangat cepat,
pemerintah membuat kebijakan dalam mengatasi pandemic Covid-19, degan
berlakunya PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020.
Dengan adanya PSBB tersebut semua kegiatan yang biasa dilakukan terpaksa
terhenti. Seluruh kegiatan dibidang indutri maupun perkantoran untuk sementara
waktu terpaksa berhenti untuk beroperasi. Selain itu, sector pendidikan,
layanan public, seluruh tempat beribadah, pusat perbelanjaan, rumah makan
maupun tempat pariwisata juga mengalami hal yang sama.
Dengan adanya wabah
corona virus
ini menyebabkan kegiatan ekonomi menjadi melemah dan terhambat. Perusahaan
banyak yang terus melakukan proses produksinya tetapi tidak dapat dibarengi
dengan pemasukan atau pendapatan. Sehingga, perusahaan tidak dapat menanggung
biaya beban gaji atau upah untuk setiap karyawan. Perusahaan, pada akhirnya
memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.
Karyawan yang terkena PHK berasal dari sektor formal dan non formal. Pekerja
sektor formal merupakan mereka yang berusaha dibantu buruh tetap, dan mereka
yang menjadi buruh, karyawan, dan pegawai. Sedangkan pekerja sektor non formal adalah
mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja
bebas, dan pekerja tidak dibayar.
Pabrik-pabrik pun
juga melakukan PHK kepada karyawannya dikarenakan produksi tidak terlalu
berjalan dengan lancar sehingga banyak pabrik dan toko gulung tikar, ada juga
beberapa kantor dan pabrik yang tidak gulur tikar namun perusahaan melakukan
pengurangan orang sehingga yang bekerja di perusahaannya hanya sedikit orang.
Berdasarkan kutipan
yang berasal dari nasional.kontan.co.id beberapa dampak yang dihasilkan dari
adanya Virus Corona ini antara lain, angka impor Indonesia merosot sebesar 3,7%
year to date (ytd) dalam rentang waktu Januari sampai Maret 2020. Ihwal
lainnya, sejumlah 12.703 lebih penerbangan di 15 bandara dibatalkan. Pembatalan
tersebut selama Januari sampai Februari. Rincian penerbangan yaitu 11.680
penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional. Dikutip dari
cnnindonesia.com, bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam video
conference di Jakarta pada Rabu, 1 April 2020, mengatakan jika pertumbuhan
ekonomi Indonesia diperkirakan turun sebesar 2.3% bahkan dapat menembus angka
-0,4% sebagai akibat dari adanya Coronavirus ini.
Eksternalitas
Covid-19 ini telah melemahkan peluang mereka dalam menghasilkan pendapatan sehari-harinya,
terjadinya PHK besar-besaran pada pekerja yang mencapai 1.943.916 orang yang
terdiri dari 114.340 perusahaan. Kejadiaan ini akan mengalami peningkatan angka
yang terus meningkat apabila pandemic ini berlangsung lama. Selain itu, dengan
adanya himbauan “stay at home” kepada masyarakat akan mengakibatkan penurunan
penghasilan masyarakat dari rutinitasnya secara signifikan, aktivitas ekonomi
menjadi sangat terbatas, serta pengaruh lain yang mengikutinya.
Pemutusan hubungan
kerja tersebut berakibat kepada para karyawan, hingga para karyawan terkena
dampak PHK yang harus kehilangan pekerjaannya dan dapat dikatakan pengangguran.
Dikatakan pengangguran karena mereka mencari jalan keluar berupa pekerjaan lain
sebagai alternatif dari pekerjaan sebelumnya. PHK yang dilakukan perusahaan
kepada karyawan dilakukan untuk mengurangi jumlah beban yang ditanggung
perusahaan saat kondisi pandemi. PHK dilakukan oleh beberapa perusahaan dan
terhadap puluhan bahkan hingga ratusan karyawan atau pegawai.
Dengan banyaknya
orang yang terkena PHK di Indonesia menjadikan tingkat pengangguran di
Indonesia naik dengan drastis yang menyebabkan perekonomian di Indonesia
menurun dan meningkatnya kriminalitas di Indonesia sehingga banyak berita yang
mengabarkan banyaknya pencurian kendaraan maupun pembobolan rumah. Masyarakat
yang melakukan kriminalitas pun sebenarnya tidak ingin melakukan seperti itu,
namun apa boleh buat mereka punya keluarga yang harus makan namun pekerjaan
tidak ada.
Dibutuhkan
beberapa kebijakan pemerintah yang relevan untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi
dan terjadinya kasus PHK pada saat Covid-19. Beberapa kebijakan pemerintah yang
dapat diterapkan untuk mengurangi masalah yang timbul akibat Covid-19 yaitu
bagi para pekerja yang terdampak PHK, pemerintah merilis “Kartu
Prakerja”
sejak akhir Maret. Pada awalnya, pemerintah akan merilis Kartu Pra Kerja pada
Agustus mendatang. Sedangkan, perihal anggaran yang digunakan mencapai Rp. 10
triliun bagi 2 juta peserta di tahun ini. Selain itu, pemerintah telah
mengucurkan kebijakan bagi perusahaan guna menjaga kestabilan perekonomian
Indonesia. Selain “Kartu Prakerja”,
ada juga menjaga ketersediaan bahan baku, pembebasan pajak pasal 22 Impor
kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak KITE IKM.
Bantuan ini di
berikan tidak secara cuma-cuma namun dengan adanya pelatihan tentang usaha dan
keahlian, dengan bantuan ini pemerintah melatih seseorang untuk mempunyai ilmu
untuk berwirausaha ataupun berkreatifitas. Setelah pelatihan selesai seseorang
yang mengikuti bantuan ini mendapatkan sertifikat dan mendapatkan bantuan
sebesar Rp. 600.000 tiap bulannya, dan uang ini diberikan selama 4 bulan.
Tidak hanya yang
tidak bekerja mendapatkan bantuan, tetapi yang bekerja pun mendapatkan bantuan
sebesar Rp 600.000 dengan cara mengurus BPJS kerja nya namun bantuan ini tidak
diberikan tiap bulan seperti “Kartu Prakerja”
dan diberikan hanya sekali saja kepada yang bekerja.
Selain bantuan di
atas pemerintah juga membagikan bantuan sosial berbentuk bahan-bahan keperluan
rumah tangga seperti beras, minyak, biskuit, sarden, dll. Bantuan sosial ini
diberikan setiap 1 bulan sekali kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.
Masyarakat pun merasa terbantu dengan adanya bantuan sosial ini. Dengan adanya
banyak bantuan kriminalitas di indonesia berkurang.
Permasalahan
pengangguran dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti adanya kasus PHK,
menimbulkan kondisi ekonomi rumah tangga mengalami penurunan. Permasalahan
pengangguran memang tergolong masalah yang kompleks, karena dapat dikaitkan
dengan beberapa indikator. Salah satu yang menjadi indikator ekonomi yang
mempengaruhi pengangguran adalah pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Apabila
kondisi pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami kenaikan, maka diharapkan
dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan jumlah pengangguran. Tetapi, dalam
kondisi lingkungan hidup yang dilanda wabah coronavirus ini, pertumbuhan
ekonomi mengalami penurunan. Artinya, bahwa apabila kondisi pertumbuhan ekonomi
mengalami penurunan, maka dapat berpengaruh terhadap jumlah pengangguran yang
mengalami penurunan.
Selain perekonomian
dunia pendidikan juga jadi berantakan, banyak anak yang tidak dapat mengikuti
pembelajaran dikarenakan tidak ada uang untuk membeli kuota, namun mentri
pendidikan tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi di masyarakat. Adanya
pemberian kuota gratis namun tidak semua masyarakat mendapatkannya apalagi yang
sekolahnya swasta.
Orang tua juga banyak
yang mengeluh dengan adanya daring dikarenakan anak yang masih SD sangat-sangat
perlu bantuan untuk mengerjakan daring yang setiap harinya selalu ada tugas
sedangkan orang tua tidak hanya mengurus anak namun ada hal lain yang
dikerjakan.
Sekolah online memang
sangat menyusahkan tidak hanya anak SD namun siswa/siswi SMP – Kuliah juga
merasakan ini dikarenakan pembelajaran yang dilakukan harusnya dengan
penjelasan dan wawasan yang luas hanya mendapatkan tugas setiap harinya sampai
banyak siswa/siswi yang mengeluh dengan adanya sekolah online, namun apa boleh
buat mereka menerimanya supaya nilai mereka bagus.
Banyak orang juga
berfikir kalau sekolah online tidak menjadikan anak untuk ber ilmu dan
berwawasan luas dikarenakan anak sekolah hanya disuruh mengerjakan tugas dan
minimnya penjelasan kepada siswa/siswi sehingga banyak yang mengambil jalan
pintas yaitu searching di internet.
Namun dengan adanya
pandemi ini memberi banyak pelajaran tentang hidup, harus bisa menjalaninnya
dengan ikhlas dan tabah. Karena yang di lakukan dengan ikhlas dan tabah dapat
membuat semuanya akan baik-baik saja dan akan kelar pada waktunya. Pandemi ini
memberi banyak hal positif dan negatifnya kepada manusia.
Dampak ini bisa
dilihat dari bebagai aspek mulai dari produksi, distribusi, serta konsumsi
produk pangan, harga kebutuhan pangan pun menjadi tak menentu, beberapa dari
harga pangan mengalami kenaikan, sebaliknya komoditas lain contohnya seperti
para pengusaha peternak, daging sapi, ayam, telur mengalami penurunan nilai
jual banyak juga dari para pengusaha dibidang ini mulai kebinggungan dibalik
turunya harga tersimpan banyak kerugian,belum lagi mereka menggaji para
pekerja, serta perawatan yang harus dilakukan supaya produk yang dihasil kan
tetap sama.karna semakin lama pandemic ini semakin komplek masalah pangan yang
dihadapi.
Disamping itu juga
impor produk pertanian yang selama ini belum bisa dipenuhi dengan produksi
dalam negeri pun mengalami banyak kendala dimulai dari kendala-kendala
kebijakan negara eksportir yang juga
berusaha menyimpan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negerinya dalam situasi
ini.
Konsumsi pangan pun
mengalami penurunan sebesar 20 persen konsumsi daging bahkan sudah diprediksi
mengalami penurunan sebanyak 30 persen, tantangan penyediaan pangan ini tidak
hanya datang dari pandemic yang berpotensi menimbulkan gangguan pada produksi
dan distribusi produk pangan dan pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
juga datang dari adanya prediksi musim kemarau yang lebih kering yang dimulai pada
bulan Juni mendantang terutama pada daerah sentra produksi pertanian, khususnya
sebagian Sumatera, Jawa, Sulawesi Selatan, dan Bali.
Dampak dari Covid-19
juga bukan hanya dari sekedar sector perekonomian, pendidikan namun juga dari
sector pertanian seperti yang diketahui kebijakan PSBB ini sudah berpengaruh
pada aktifitas keseharian yang salah satunya berdampak juga pada sector
pertanian.
Mekanisme pasar yang
terganggu akibat dampak Covid-19 yang menyelenyapkan surplus ekonomi, namun
dampak dari Covid-19 ini juga ada pengaruh positifnya terhadap perekonomian
Indonesia yaitu adalah akan terbukanya peluang baru pasar ekspor selain China.
Dampak positif dari pandemic ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat
memperkuat perekonomian dalam negeri. Hal ini dikarenakan pandemic ini
mengakibatkan pemerintah akan memprioritaskan serta memperkuat daya beli di
dalam negeri saja. Dengan hal ini, pemerintah bisa memanfaatkan dengan baik
agar investasi tetap stabil walaupun pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini
sedang terancam secara global.
Namun pemerintah
sudah menyiapkan sejumlah langkah penyediaan pangan, diantaranya dengan
optimalisasi penyerapan gabah atau beras petani oleh perum bulog untuk cadangan
pemerintah sebagai instrument stabilisasi harga dan program bantuan sosial
untuk masyarakat yang dimana kementrian pertanian bekerja sama dalam distribusi
dan penyediaan pangan pada daerah defisit stok.
Namun hal ini bisa
mengurangi ketergantungan Indonesia dalam produk pangan impor, dan kabar
baiknya pemerintah tetap mengizinkan sector industri untuk terus berjalan di
masa pandemic ini dengan melakukan pembatasan serta penerapan dari protokol
kesehatan ketat sehingga perekonomian tetap terjaga, serta pada sector pangan
dan produksi mampu terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap perolehan GDP.
Namun dari semua
dampak Covid-19 yang terjadi ini kita juga bisa mengambil sisi positif nya
seperti banyak keluarga yang jarang untuk bertemu dikarenakan orang tua sibuk
bekerja dan anak sibuk sekolah menjadi keluarga yang sering kumpul setiap hari,
dan mendapatkan pelajaran juga bahwa harus bisa menghargai waktu dan pertemuan
walaupun sebentar karena kita tidak pernah tau kapan kita bisa berkumpul
kembali.
Daftar Pustaka
Fakhrul Rozi Yamali ,
Ririn Noviyanti Putri. 2020. Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia.
http://ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/view/179
Siti Indayani , Budi
Hartono. 2020. Analisis Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Akibat
Pandemi Covid-19.
https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/perspektif/article/view/8581/4408
Thahirah Inayah
Namanya Thahirah Inayah,
lahir di Jakarta, 02 Agustus 1999. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara,
buah hati dari pasangan Teguh Iman Santoso dan Fardiah. Rara adalah panggilan
akrabnya, ia terlahir dari keluarga sederhana.
Ketika berumur 5 tahun, ia
memulai pendidikannya di TK Az-zahra Kota Bekasi. Saat ia menginjak umur 6
tahun ia melanjutkan pendidikannya di SDIT Yapidh Kota Bekasi, kemudian setelah
lulus SD ia melanjutkan pendidikannya di SMPIT Yapidh Kota Bekasi. Selepas
lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya di SMAN 11 Kota Bekasi.
Ketika ia menginjak kelas
2 SMA tersebut, ia cukup aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Basket. Saat
ini ia melaksanakan kuliahnya di Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka
Fakultas Ekonomi dan Bisnis program Studi S1 Akuntansi.
Kritik dan saran sangat
diharapkan guna meningkatkan kualitas dan penulisan selanjutnya. Untuk itu
silahkan kirim kritik dan saran ke
E-mail : rara.thahirah11@gmail.com
Instagram : @rarathahirah
Line : rarathahirah
Anisa Nur Rizky
Namanya Anisa Nur Rizky,
lahir di Jakarta, 12 Maret 2001. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ia
mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan, ia buah hati dari
pasangan Nishan dan Elvi Susanti. Nca adalah panggilan akrabnya, ia terlahir dari
keluarga sederhana.
Ketika berumur 3 tahun, ia
memulai pendidikannya di TPQ Al-Mukhlasin yang bertempat di Cijantung. Saat ia
menginjak umur 5 tahun ia melanjutkan pendidikannya di TK Miftahul Jannah,
setelah lulus TK ia melanjutkan pendidikannya di SDN BARU 05 PAGI. Kemudian ia
melanjutkan pendidikannya di SMPN 217 JAKARTA, selepas lulus SMP ia melanjutkan
pendidikannya di SMKN 58 Bambu Apus.
Dari kecil ia sangat
menyukai olah raga Bola Volly, ia cukup aktif mengikuti perlombaan Bola Volly
sehingga keluarga nya mensuport dan dimasukkan ke club Bola Volly. Dan ternyata
banyak prestasi dari olah raga Bola Volly sehingga ia selalu mengikuti
perlombaan. Saat ini ia melaksanakan kuliahnya di Universitas Muhammdiyah Prof.
Dr. Hamka Fakultas Ekonomi dan Bisnis program Studi S1 Akuntansi.
Kritik dan saran sangat
diharapkan guna meningkatkan kualitas dan penulisan selanjutnya. Untuk itu
silahkan kirim kritik dan saran ke
E-mail : Anisanur788@gmail.com
Instagram : @ncaex_
Alvilia
Qurrotu Ayuni
Nama Alvilia Qurrotu
Ayuni lahir dibekasi 28 juni 2001 dari pasangan bapa h.martalih dan ibu hj ipah
hanipah saya merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara saya mempunyai satu
orang kaka perempuan dan satu orang kaka laki-laki,saya bersekolah tk di tk
nurul islam dan melanjutkan kelanjut sekolah dasar di MI Nihayatul dan
melanjutkan pendidikan menengah saya di MTS At-Tqwa pusat putrid an
melanjutkannya kependidikan atas di SMAN 1 Tambun Selatan dan sekarang saya
sedang melanjutkan pendidikan saya Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
Saya sangat menyukai
buku,suka mengarang cerita saya juga suka menghayal,karna dengan menghayal saya
jadi punya waktu untuk diri saya sendiri
Kritik dan saran sangat
diharapkan guna meningkatkan kualitas dalam penulisan selanjutnya untuk itu
silahkan kirim kritik dan saran
Instagram : alviliaayuni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar